Isnin, 17 Mac 2014

jika dia bukan jodoh

Jika dia bukan jodohku, 
Ya Allah...pudarkanlah keindahan wajahnya dari pandanganku... aku tak ingin mencintai orang yang salah,sungguh... walaupun melupakannya sangat menyakitkan... aku berusaha untuk sanggup...gugurkanlah satu-persatu dengan perlahan semua kenangan yang senantiasa melekat erat dalam ingatanku... karena jika semuanya terhapus dalam waktu sekejap, aku takut itu akan menyiksa diriku sendiri.

Jika dia bukan jodohku, 
Ya Allah... bantulah aku untuk mencabut perasaan tak biasa ini dari hatiku... aku akan merasa bersalah dan mengutukuki diri jika dia yang kini bersemayam anggun di hatiku bukanlah qawwamku... aku sadar itu tidaklah mudah karena akarnya terlanjur membumi dihatiku... tapi, demi keridhoan-Mu, apa yang tidak akan aku lakukan ?

Jika dia bukan jodohku,
Ya Allah... kumohon,jangan hadirkan sosoknya lagi dalam mimpi-mimpi malamku... karena itu hanya membuatku semakin berandai-andai dan lalai dari mengingat-Mu...

Jika dia bukan jodohku,
Ya Allah... jauhkanlah,sejauh yang aku butuhkan untuk menjadikan namanya terdengar biasa saja di pendengaranku... karena sungguh, atas perasaan ini aku tak mampu tenang bila mendengar namanya...

Jika dia bukan jodohku,
Ya Allah...jauhkanlah,sejauh yang aku butuhkan untuk menjadikan wajahnya terlihat biasa saja bagi netraku...karena sungguh atas perasaan ini hatiku tak bisa bergetar wajar bila memandang wajahnya Dan Satu lagi pintaku Ya Allah...

Rabu, 22 Januari 2014

derita cinta

hari-hari yang di lalui begitu suram, sepi dan sunyi. mengapa harus aku lalui semua ini ? mengapa perlu aku yg selalu di persalahkan? salahkah aku inginkan yg terbaik dalam hubungan yg di jalinkn? setiap kali aku mengecap bahagia setiap kali itulah aku derita kerana cinta, adilkah untukku mencintainya dengan sepenuh hati akhirnya hati aku yg terluka sendiri. aku sedar tak guna untuk aku sesali dgn apa yg terjadidan tak perlu untuk ku mengenng lagi. harapan yg menggunung tinggi akhirnya ku biarkan ia berlalu pergi.  biarlah ku simpan kenangan ini. biarlah ianya menjadi mimpi indah yang pernah aku rasai.

"biarkan gelora melanda hati

biarkan tangisan merintih

begitulah pedihnya jiwa ku kasih

kiranya panas yang kau harapkan

tetapi derita yg tiba

begitulah suratan

hidup insan

bercinta"

ops trjiwang pulak kan..but ini yg ak rsa..dan aku luahkan di sini .. assalammualaikum :)

Ahad, 12 Januari 2014

melangkah menuju kejayaan

hai ...
assalammualaikum
fara x tw knp hari nie tbe2 trdetik kt hari nk tulis kt blog nie
hurm...
pglaman fara mybe x sme cm korg kn
impian nk smbung stdy dlm cos mkmal prubtan x ksmpai sbb
ikut apew yg mk ayh mhu kn
so fara pn msuk uitm n9...

nie kwn2 1 umh mse orentasi


kt uitm negeri sembilan bkn amek diploma..tp fara amek pre diploma jew
huhu..mule2 malu la sbb org amek dip tp kte amek pre dip jew
mule msuk blja kt situ
perghh serius stress...nk2 blja math bsness..trkjut fara coz x amek add math tbe sbjuk add math adew
mmg da rsau tkot x bley bwak
tp ats smgt yg di beri dri kwn2 mk ayh


piqah (tdung bru 2).. nie la kwn bek ak mse kt uitm n9 dlu
mne adew die adew la ak mne adew ak adew la die...mklum 1 umh blik len2
kdg2 die lpk blk ak n ak lpk blk die..weyh serius rndu ko yg tramat sgt
thanks bg ak smgt... ko la slu jd setan bek..hihi igt lg kn ayt ak,,rndu nk kcau ko..tp 2 smue kngn da..hope ko brjye dktg uitm kdah sne k

nie shAhira.. classmate ak jugk.maaf sbb trtengkng ko mse dlm drma 2..rndu nk gelak2 gan ko ,,igt lg mse kte sme2 pk cm ne nk blk...
sme2 nk kua dri n9 2 kn..sme2 ckp x bley buat..tp see now ko da kt uitm kedah ..thniah beb..hope ko brjye :)


ain (tudung biru.) ain bek org nye..pnyayang...huhu..rndu nk blja math gan ain.. ain jew yg sggup ajr ak byk kali..smpai ak phm..best stdy gan die..sudi dgr mslh ak..bg nsht... hope ko epy kt uitm sgmt 2 ye :)




and finally fara da semester 3 dkt uitm alor gajah dlm jurusan penguran dan teknologi  pejabat..syukur alhamdulillah.. hpefully smue kwn2 fara brjye mcpai kjayaan dan cita2 yg di impikan 1 hari naty..in shaa Allah :)

Ahad, 29 April 2012

ALLAH SAYANGKAN KAMU

ALLAH SAYANG KAMU ♥

~✿ Kadangkala diri BERTANYA..betul ke Allah sayang aku? Eleh, perasan je lebih..kalau Allah sayang, takkanlah kamu jadi macam ini..tiba-tiba teringat kata-kata seorang ukhti, SYAITAN akan cuba menghadirkan perasaan bahawa Allah tidak sayang kita..hati-hati..

Betul juga ya, waktu kita melakukan DOSA dan waktu kita ditimpa DUGAAN..kita akan merasakan bahawa Allah sudah tidak sayang kepada kita sebab beri kita pelbagai dugaan hidup..maka, bertambah JAUHLAH diri kita dari Allah dan TERCAPAILAH MISI syaitan.. tetapi jika setiap kali kita merasakan seperti itu, apa yang PERLU kita lakukan? ✿~

KATAKAN PADA DIRI :

"Allah SAYANG kamu, segala dosa yang telah dilakukan (setelah diinsafi), segala dugaan yang dilalui (setelah direnungi) adalah untuk menjadikan dirimu LEBIH DEKAT dengan Allah..ya, lebih dekat untuk merasai KASIH SAYANG Allah.. (✿◠‿◠)

"Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu AMAT DEKAT.”
(Surah Al-Baqarah : 214)

“Kerana sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (Surah al-Insyirah: 5-6)

"ALLAH tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya.."
(Surah Al-Baqarah ayat 286)

Titipan untuk hati :
La Tahzan..Innallaha ma'ana..Allah tidak akan menguji seseorang itu dengan apa yang dia tidak mampu..kerana di sebalik ujian dan dugaan pasti ada hikmah yg tersembunyi..yakinlah dengan takdir Allah.. ucaplah Alhamdulillah atas ujian yg datang dan pergi..semoga menguatkan lagi iman di hati..

cinta?? dari... dan untuk siapakah??

♥♥ CINTA...?? Dari... Dan untuk siapakah...?? ♥♥


( Teruntuk saudaraku yang saat ini sedang mendapatkan begitu banyak cinta
namun masih butuh waktu untuk menyadari bahwa ada banyak cinta di sekelilingnya,
cinta yang begitu agung dan indahnya, met berjuang ya :D )


Yang terlihat disamping adalah sekelompok anak yang dengan riang gembiranya bermain sampan kecil, mereka naik dan mendayung,
ketika sampan itu tidak lagi seimbang satu atau dua anak terjatuh
tapi sungguh mengagumkan ketika mereka terjatuh tidak ada kesedihan
dan ketakutan di wajah mereka, justru yang ada adalah gelak tawa
yang begitu renyahnya, dan setiap kali mereka jatuh, mereka naik lagi
dan begitu seterusnya sampai mereka merasa capek dan lelah.,
Kenapa mereka begitu gembiranya?


Ada banyak alasan mengapa mereka sangat gembira, mungkin yang pertama suasana
yang mereka alami benar-benar lain dari yang biasa mereka alami serta rasakan
dan yang pasti terasa menyenangkan dan menggembirakan karena mungkin ini
benar-benar ajang refreshing bagi mereka. Atau ... mereka merasakan cinta dan
kasih sayang itu masuk ke relung hati, jiwa dan raganya, yaitu cinta yang terjalin
diantara mereka terbalut suasana alam laut yang mendukung dan mungkin sesungguhnya
karena ada sesuatu yang lain yang tidak mereka sadari tapi bisa mereka rasakan yaitu
bahwa mereka sedang merasakan cinta dan kasih sayang yang laut berikan
kepada mereka dan mereka menyambut atau menerima uluran cintanya dengan gelak tawa
dan canda.....


ALLAH berfirman dalam AlQur’an ,

“Langit yang tujuh, bumi, dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada ALLAH. Dan tak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji_NYA, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya DIA adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.”
(Q.S. Al Isra : 44)


Dan juga dalam ayat_NYA yang lain,

“Tidakkah kamu tahu bahwasanya ALLAH, kepada_NYA bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) shalat dan tasbihnya, dan ALLAH Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.”
(Q.S. An-Nur : 41)


Dan juga dalam ayat_NYA yang lain,

“Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Dawud karunia dari Kami. (Kami berfirman), ‘Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Dawud,’ dan Kami telah melunakkan besi untuknya.”
(Q.S. Saba : 10)


Cinta…, tentunya yang dirasakan sangat besar dan berarti bagi mereka dan sepulangnya nanti mungkin mereka akan fresh kembali dan siap memulai berbagai aktivitas dengan segala tantangannya. Namun sebenarnya siapakah pemilik cinta yang sangat agung itu? Dialah ALLAH Sang Maha Pemilik Cinta dan sejatinya cinta yang laut berikan kepada sekelompok anak itu
tidak lebih hanya dari seujung kuku atau bahkan seperti ketika kita mencelupkan jari kita ke air dan setelah diangkat ke permukaan, hanya bekas air itulah yang bisa kita rasakan sebagai
bagian dari cinta_NYA di antara berjuta-juta cinta_NYA yang tidak mungkin kita hitung. Subhanallah!


Cinta…, dengan atas nama itu ALLAh menciptakan semua yang ada di alam semesta ini, termasuk laut dengan ombaknya yangbergulung-gulung, gunung yang menjulang tinggi, lembah yang indah, daratan hijau yang terhampar luas, perbukitan yang berlapis-lapis, atau bahkan segunung sampah dengan baunya yang menyengat juga terpancar cinta di dalamnya.
Dan sungguh hanya orang – orang yang berakal dan diberi petunjuklah yang bisa merasakan
hawa cinta itu sekaligus menyambut uluran cintanya dengan segala potensi yang dianugerahkan kepadanya.


ALLAH berfirman dalam kitab_NYA,
“Barangsiapa yang ALLAH menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya DIA melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki ALLAH kesesatannya, niscaya ALLAH menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit.”
(QS. Al An’aam: 125)


Dan, dalam ayat_NYA yang lain,
“DIA_lah (ALLAH) yang menjadikan untukmu segala apa yang ada di bumi seluruhnya, kemudian DIA bertahta di langit dan disempurnakannya menjadi tujuh langit.
Dan Dia Maha Tahu tentang segala sesuatu”
(QS.Al Baqoroh: 29).
Serta dalam ayat_NYA yang lain,
”Dan DIA telah menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan di bumi semuanya,
(sebagai rahmat) dari pada_NYA. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar
terdapat tanda-tanda (kekuasaan ALLAH) bagi kaum yang berfikir “
(QS. Al Jatsiyah :13)


Cinta …, semua makhluk ciptaan ALLAH baik yang bernyawa maupun tidak mendapat anugerah itu sesuai dengan kadar beban kewajibannya masing-masing untuk menyalurkan energi cintanya. Hanya ALLAH Zat Yang Maha Tunggal, maka DIA menciptakan segala sesuatunya tidak sendiri masing-masing ada pasangannya masing-masing...,

Ada siang ada malam, ada pagi ada petang, ada lautan ada daratan, ada puncak ada lembah, ada laki-laki ada perempuan, ada kebaikan ada keburukan, ada cinta yang diterima maka akan ada pula cinta yang diberikan. Begitula hakikat kehidupan ini, semuanya saling berkaitan dan dari situlah akan terpancar berbagai hikmah yang semuanya untuk kemanfaatan dan kemaslahatan diri kita.

“Dialah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan. ALLAH menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran ALLAH) bagi kaum yang memikirkan.”
(QS. Ar Ra’du: 3)

Cinta…., sebagian orang mungkin memaknainya hanya sekedar hubungan cinta kasih antara suami dan istri, orang tua dan anak-anaknya, antar saudara, antar teman, dan yang pasti antar sesama manusia. Padahal aplikasi cinta jauh lebih besar dari sekedar antar sesama tapi juga terhadap seluruh apa yang ada di alam semesta ini, karena pada dasarnya mereka saling memberikan cinta yang mereka miliki dan darinya akan tumbuh bibit-bibit cinta yang lain yang lebih agung dan mulia.


Cinta…, ada sebuah analogi yang bisa kita cermati untuk lebih mendalami bagaimana karaketeristik cinta atau sifatnya. Adalah semua yang tercipta di jagad raya ini atas nama cinta, dan masing-masingnya sudah dianugerahi cinta dengan kadarnya masing-masing beserta beban kewajiban untuk menyalurkannya. Ibarat ilmu, semakin diamalkan semakin bertambah pengetahuan yang dimiliki, cinta juga demikian, ketika disalurkan maka cinta itu akan semakin bertambah karena tentunya ada interaksi yang hidup yang akan semakin memperkuat cinta tersebut.

Cinta…, seperti atap sebuah bangunan maka supaya atap itu tetap tegak berdiri
dan kokoh maka harus ada yang menopangnya di bawah yaitu berupa tiang atau
pondasi-pondasi yang kuat dan tentunya terbuat dari bahan yang bagus dan berkualitas super. Tiang-tiang itulah tempat penyaluran ‘energi cinta’ dari atap dan sekaligus tiang-tiang itu menopang atap agar tidak jatuh dan timpang. Namun, ketika salah satu tiang itu keropos
dan jatuh tidak kuat lagi untuk menopang atapnya maka kita sebagai pemilik atap akan
segera mencarikan tiang-tiang yang lain agar atap tetap berdiri kokoh...

Sama seperti sifat air
yang yang selalu membentuk permukaan datar, ketika sebagian air itu kita ciduk, diambil maka dengan secepat itu pula air akan menetralisir untuk kembali membentuk keadaan seperti semula (baca: datar dan seimbang). Maka ketika kita kehilangan sebagian dari tempat penyaluran energi yang kita miliki, mampukah kita seperti air yang dengan segera kembali ke bentuk semula?


Cinta…, seandainya kita memilikinya hanya satu saja atau kita memprioritaskan cinta
yang kita miliki hanya pada salah satu tempat, apa yang terjadi ketika dengan tiba-tiba cinta itu terenggut dari kehidupan kita? Bisa kita bayangkan apa yang akan terjadi, keterpurukan, kesedihan yang berkepanjangan, keputusasaan atau bahkan menutup diri dari apa yang ada di sekitarnya sekaligus mengikrarkan diri bahwa kitalah orang yang paling menderita...

Dan itu
adalah pelampiasan sebagian besar dari kita walaupun tidak menutup kemungkinan sebagian
kita yang lain dengan bijak segera mencari tempat penyaluran cinta yang positif yang
tidak akan membuatnya semakin tenggelam dalam kesedihan. .

Maka wajarlah ketika seseorang yang bijak berkata, ‘milikilah banyak cinta, carilah
tiang-tiang lain yang kokoh yang sewaktu-waktu akan menopangmu ketika sebagian cinta
dari dirimu terenggut satu persatu’.., Karena sesungguhnya hakikat cinta adalah memberi dan menerima, maka berikanlah cinta itu sebanyak yang kau miliki kepada sesorang yang juga akan memberimu banyak cinta sebanyak cinta yang dia miliki yang tentunya dalam bingkai yang positif, sehingga akan terpancar suatu hikmah yang semata-mata untuk kemanfaatan dan kemaslahatan diri kita....


Cinta…, bagaimanakah bingkai yang positif itu? Dalam Islam cinta dan keimanan adalah dua hal yang tak dapat dipisahkan. Cinta yang dilandasi iman akan membawa seseorang kepada kemuliaan sebaliknya cinta yang tidak dilandasi iman akan menjatuhkan seseorang ke jurang kehinaan. Cinta dan keimanan laksana dua sayap burung...

Al Ustadz Imam Hasan Al Banna mengatakan bahwa dengan dua sayap inilah Islam diterbangkan setinggi-tingginya ke langit kemuliaan. Bagaimana tidak, jikalau iman tanpa cinta akan pincang, dan cinta tanpa iman akan jatuh ke jurang kehinaan. Selain itu iman tidak akan terasa lezat tanpa cinta dan sebaliknya cinta pun tak lezat tanpa iman. . .

Imam Ahmad meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw:

“Barang siapa ingin memperoleh kelezatan iman, hendaklah ia mencintai seseorang hanya
karena Allah swt.” ( riwayat Imam Ahmad, dari Abu Hurairah ). Tidak heran ketika Uqbah bin
Al Harits telah bercerai dengan istri yang sangat dicintainya Ummu Yahya, atas persetujuan Rasulullah saw hanya karena pengakuan seorang wanita tua bahwa ia telah menyusukan
pasangan suami istri itu di saat mereka masih bayi. ALLAH mengharamkan pernikahan saudara sesusuan...

Demikian pula kecintaan Abdullah bin Abu Bakar kepada istrinya, yang terkenal kecantikannya, keluhuran budinya dan keagungan akhlaknya. Ketika ayahnya mengamati bahwa kecintaannya tersebut telah melalaikan Abdullah dalam berjihad di jalan ALLAH dan memerintahkan untuk menceraikan istrinya tsb.
Pemuda Abdullah memandang perintah tsb dengan kaca mata iman sehingga dia rela menceraikan belahan jiwanya tsb demi mempererat kembali cintanya kepada ALLAH...


Subhanallah, pasangan tersebut telah bersatu karena ALLAH, saling mencinta karena ALLAH, bahkan telah bercinta karena ALLAH, namun mereka juga rela berpisah karena ALLAH. Cinta kepada ALLAH di atas segalanya. Dari Anas ra, dari nabi saw, beliau bersabda: “Ada tiga hal dimana orang yang memilikinya akan merasakan manisnya iman, yaitu mencintai ALLAH dan Rasul_NYA melebihi segala-galanya, mencintai seseorang hanya karena ALLAH, dan enggan untuk menjadi kafir setelah diselamatkan ALLAH dari padanya sebagaimana enggannya kalau dilempar ke dalam api.” ( HR. Bukhari dan Muslim ).


Dari Abu Hurairah ra, rasulullah saw bersabda: “Demi zat yang jiwaku ada dalam
genggaman_NYA, kamu sekalian tidak akan masuk surga sebelum beriman, dan kamu sekalian tidaklah beriman sebelum saling mencintai” ( HR Muslim )


Cinta …, bagaikan lautan, sungguh luas dan indah. Ketika kita tersentuh tepinya yang sejuk, ia mengundang untuk melangkah lebih jauh ke tengah, yang penuh tantangan, hempasan
dan gelombang dan siapa yang ingin mengarunginya. Namun carilah cinta yang sejati, di lautan cinta berbiduk taqwa berlayarkan iman yang dapat melawan gelombang syaithan dan hempasan nafsu, insya ALLAH kita akan sampai kepada tujuan yaitu: cinta kepada ALLAH, itulah yang hakiki, yang kekal selamanya. Adapun cinta kepada makhluk_NYA, pilihlah cinta yang hanya berlandaskan kecintaan kepada ALLAH dan Rasul_NYA. Bukan karena bujuk rayu setan,
bukan pula karena desakan nafsu yang menggoda. Cintailah ALLAH, berusahalah untuk menggapai cinta_NYA.

Cinta…, sesuatu yang agung dan mulia itu tidak serta merta kita miliki karena kita harus berjuang untuk mendapatkannya. Dalam Al Qur’an ALLAH berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal sholih kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang” ( QS. Maryam : 96 )

Cinta…, untuk bisa memberi dan mendapatkannya kembali ibarat sebuah gelas yang
selalu terisi dengan air penuh, ketika kita memberikan sebagian atau seluruh isi gelas itu
kepada sesuatu yang lain maka setelah kosong apalagi yang bisa kita berikan? Maka isilah
selalu gelas itu sehingga sebanyak apapun isi yang kita keluarkan maka tidak akan pernah
kosong karena kita akan selalu mengisi, mengisi dan mengisinya kembali. Lalu apa yang
harus kita lakukan agar gelas kita selalu terisi dan penuh? Maka beriman dan perbanyaklah beramal sholih. . . :)

Sabtu, 21 April 2012

sudikah awk mnjadi isteri kedua saya

”Awak sudi jadi isteri kedua saya??"
( Baca dan fahami maksud tersirat)

”Awak sudi jadi isteri kedua saya?”tanya Shahrul tegas dan yakin.

Tiba-tiba mata merah, air mata mula bergelinang di kelopak bawah.

“Tak sangka awak sudah beristeri! Awak jahat! Sanggup mempermainkan hati saya. Awak ingat saya tiada maruah? Hah!” pekik Fulanah dengan suara tersekat-sekat.

Mata Shahrul liar melihat kiri kanan, mungkin ada sesiapa yang memandang perlakuan dia dan Fulanah. Bukan takutkan pandangan manusia, tetapi lagak Fulanah langsung tidak selari dengan penampilannya.

“Saya ingat kita lama berkawan, awak masih bujang. Tapi rupa-rupanya… ” Fulanah mula sebak.

“Tak. Maksud saya…”

“Sudah! Jangan bermulut manis lagi. Cukup!” potong Fulanah dengan kasar.

“Awak nampak macam alim, tapi sanggup menipu saya. Dan awak sanggup melamar saya menjadi isteri kedua awak. Awak ingat saya ni siapa?” suara Fulanah semakin tinggi, setinggi egonya.

Shahrul diam seribu bahasa. Dia sudah tahu `Fulanah’ di sebalik Fulanah yang dia kenal selama ini. Fulanah bergegas dari situ sambil mengelap air mata dengan tudung labuhnya berwarna kuning. Dalam hatinya, Shahrul seolah-olah menghinanya apabila memujuknya untuk bermadu. Shahrul muram. Namun masih terselit kekecewaan di sudut hatinya. Kekasih hatinya belum bersedia rupa-rupanya.

“Ada hikmah,” bisik hati kecil Shahrul, sekecil pandangannya terhadap Fulanah.

Hujung minggu berjalan seperti biasa. Program-program dakwah menyibukkan jadual Shahrul sebagai seorang muslim yang beramal dengan apa yang diyakininya. Duitnya banyak dihabiskan untuk memenuhi tuntutan dakwah yang seringkali memerlukan pengorbanan yang tidak berbelah bahagi. Namun, hatinya tegas dan yakin bahawa inilah jalannya. Jalan yang membawa dia menemui Tuhannya dengan hati yang tenang serta bahagia di hari kelak. Keyakinan serta keaktifan Shahrul berdakwah sedikit sebanyak memenangi hati gadis-gadis dalam persatuannya. Malah, Shahrul dilihat sebagai calon suami yang bakal memandu keluarganya nanti ke arah memperjuangkan agama yang dianutinya sejak sekian lama.

Sudah terlalu ramai muslimah yang menaruh hati padanya, namun, Fulanah terlebih dahulu rapat dan memenangi hati Shahrul. Bagi Fulanah, Shahrul seperti pelengkap kepada dirinya. Namun, hanya sehingga saat Shahrul melamarnya menjadi isteri kedua. Shahrul masih lagi aktif dalam dakwah meskipun hubungannya dengan Fulanah nampak seperti tiada jalan penyelesaian. Dia mahu berbaik dengan Fulanah, namun sikap Fulanah yang keras dan kurang memahami erti dakwah membantutkan usaha Shahrul tersebut.

Bagi Fulanah, Shahrul tak ubah seperti lelaki lain. Gerak kerja dakwah Shahrul berjalan seperti biasa. Siangnya ke hulu kehilir memenuhi program serta amal jariah kepada masyarakat. Malamnya sibuk dengan mesyuarat dengan sahabat-sahabat seangkatannya. Shahrul semakin percaya jalan dakwahnya, sama sekali dia tidak akan berganjak dari jalan ini hatta datang ancaman sebesar gunung sekalipun. Dia terlalu matang, jauh sekali daripada pemikiran pendakwah lain yang semudanya. Namun, Allah s.w.t. Maha Mengetahui lagi Maha Pemurah. Sekali lagi Dia menghantar seorang perempuan bagi menguji Shahrul – sama ada dia menjadi pemangkin atau perencat bagi dakwah Shahrul.

Suatu petang dalam suatu program dakwah di sebuah madrasah, Shahrul dikejutkan dengan luahan ikhlas dari sahabat lamanya, Nusaibah. Shahrul sekali lagi gusar takut-takut Nusaibah tidak dapat menjadi sayap kiri perjuangannya selepas berumahtangga nanti. Nusaibah yang kurang dikenalinya adakah sama seperti Fulanah atau tidak? Shahrul bercelaru, tetapi tidak bermakna lamaran Nusaibah ditolak. Dia meminta sedikit masa untuk memikirkan keputusan tersebut. Setelah merisik pemikiran Nusaibah daripada beberapa sahabat terdekatnya, Shahrul berjumpa dengan Nusaibah bertemankan sahabat baiknya.

Dengan tegas dan yakin, sekali lagi Shahrul mengulangi soalan yang pernah ditanya kepada Fulanah.

“Awak sudi jadi isteri kedua saya?” tanya Shahrul tanpa segan silu.

“Sudi,” jawab Nusaibah ringkas.

“Er, betul ke ni?” tergagap Shahrul menerima jawapan Nusaibah yang tenang dan yakin.

Nusaibah mengangguk kepalanya sedikit. Langsung tiada rasa takut mahupun kecewa apabila lamaran sebagai isteri kedua yang dilafazkan oleh Shahrul.

“Kenapa saya?” tanya Shahrul ingin tahu.

“Saya ingin membantu gerak kerja dakwah awak,” jawab Nusaibah yakin tetapi sedikit malu.

“Baiklah,” jawab Shahrul tersenyum.

Akhirnya, Shahrul dikurniakan sayap kiri yang sangat membantu dalam gerak kerja dakwahnya selama ini. Setelah seminggu mendirikan rumahtangga bersama Nusaibah, Shahrul terasa dakwahnya semakin laju. Jadualnya senang, pakaiannya dijaga, makannya disedia. Malah, Nusaibah sangat membantu gerak kerja Shahrul semampu mungkin. Setiap kali turun ke lapangan untuk berdakwah, Shahrul membawa Nusaibah untuk membantu kerja dakwah seadanya. Kadang-kala letih menyinggah Nusaibah. Suaminya terlalu kerap keluar berdakwah, seperti mesin yang tiada hayat. Namun, inilah yang dia yakini sebelum berkahwin dengan Shahrul. Membantu suami melancarkan gerak kerja dakwah. Nusaibah juga berjaga-jaga takut dirinya pula yang menjadi pembantut atau penghalang dakwah suaminya.
__________________________________________________________
“Abang, saya nak tanya boleh?” sapa Nusaibah dalam kereta sewaktu dalam perjalanan ke sebuah program dakwah.

“Ye sayang?” jawab Shahrul sambil memandu.

“Abang tak pernah pun bawa saya jumpa isteri pertama abang,” luah Nusaibah yang sangat teringin berjumpa dengan madunya.

“Dah sampai sana nanti, kita akan jumpa,” Shahrul menoleh sedikit ke arah Nusaibah, sambil tersenyum.

“Yeke? Dia datang program tu rupanya,” jawab Nusaibah riang.

Hatinya berdebar ingin berjumpa madunya yang banyak membantu Shahrul dalam gerak kerja dakwah. Di sudut kecil Nusaibah, dia merendah diri kerana usahanya membantu dakwah suaminya hanya sedikit berbanding dengan isteri pertama Shahrul yang banyak membantu selama ini. Tidak hairanlah Shahrul aktif dalam dakwah sebelum ini.

“Kita dah sampai,” Shahrul membuka pintu keretanya sambil memegang beg berisi fail di tangannya.

Shahrul berdiri, mengadap ke arah sebuah khemah di hadapan masjid, lalu menoleh ke arah Nusaibah yang berdiri di sebelah kiri kereta.

“Itu isteri pertama abang,” Shahrul menuding jari ke arah khemah tersebut

“Mana bang?” Nusaibah mengecilkan matanya, fokusnya mencari arah jari Shahrul.

“Tak nampak pun,” Nusaibah meninggikan sedikit hadapan kakinya.

“Siapa nama isteri pertama abang?” Nusaibah sangat berdebar.

Shahrul tersenyum lebar, memandang Nusaibah penuh tenang.

“PERJUANGAN, ” jawab Shahrul.
***************
the end~

[hidup ini memang untuk berkorban,berkorban keranaNya~akan ku ikhlaskan diri]

Jumaat, 20 April 2012

mungkin aku bukan untukmu!!

maaf.
saya masih disini,
masih fikirkan sesuatu yang tak pasti,
dan mengenangkan diri yang melalui,
cinta.
jangan sekali kau memaksa,
lagi kau menekan,
lagi itu ia akan menghindar,
dan lambat laun ia akan berundur,
awak.
cinta itu subjektif,
cinta itu kadang menggunakan idealogi,
perlukan daya kreativiti,
bukan fakta ciptaan sendiri,
cuba kau pandang sekeliling kau,
adakah semua manusia itu sama,
tidak bukan?
hati aku sukar ditafsir,
kadang cinta itu ada,
kadang cinta itu tiada,
lebih mudah aku katakan,
aku mudah rasa jemu,
maaf.
mungkin kita tak ditakdir bersama,
mungkin aku bukan tulang rusuk yang kau cari selama,
perasaan untuk bercinta itu tiada,
hilang bersama rasa,
pergi bersama kenangan semalam,
maaf.